Ketua Yayasan Pendidikan Ibnu Sina Batam Hadiri Kunjungan Kerja Menteri Dalam Negeri RI dan Peresmian Monumen Bahasa di Pulau Penyengat
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., melaksanakan kunjungan kerja ke Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, dalam rangka menghadiri agenda Peresmian Monumen Bahasa. Kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam upaya mengenang, menghargai, serta menjaga kekayaan sejarah dan warisan kebahasaan yang memiliki nilai besar bagi bangsa Indonesia.
Pulau Penyengat memiliki kedudukan penting dalam perjalanan sejarah, budaya, dan perkembangan bahasa Melayu yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari identitas masyarakat Kepulauan Riau. Kehadiran Monumen Bahasa di kawasan bersejarah tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya menjaga warisan bahasa sebagai bagian dari jati diri dan kekayaan budaya bangsa.
Dalam rangkaian kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tersebut, Ketua Yayasan Pendidikan Ibnu Sina Batam, Ibu drg. Andi Tenri Ummu, M.M., Ch.t, turut hadir dalam agenda peresmian. Kehadiran Ketua Yayasan Pendidikan Ibnu Sina Batam menjadi sebuah kehormatan sekaligus bentuk dukungan terhadap berbagai upaya pelestarian sejarah, kebudayaan, pendidikan, serta nilai-nilai kebangsaan yang terus dikembangkan di Kepulauan Riau.
Bagi Yayasan Pendidikan Ibnu Sina Batam, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran di lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan pembentukan karakter, pemahaman sejarah, serta penghargaan terhadap budaya dan identitas bangsa. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan rasa tanggung jawab terhadap warisan yang telah diwariskan oleh para pendahulu.
Peresmian Monumen Bahasa juga menjadi pengingat bahwa bahasa memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Bahasa bukan hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah, identitas, serta kebudayaan yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Oleh karena itu, upaya menjaga dan mengembangkan bahasa perlu terus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui pendidikan dan pengenalan sejarah kepada generasi penerus.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap Pulau Penyengat sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Warisan yang terdapat di Pulau Penyengat diharapkan terus dijaga, diperkenalkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya sehingga nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Yayasan Pendidikan Ibnu Sina Batam menyambut baik berbagai upaya yang bertujuan untuk menjaga sejarah, bahasa, budaya, serta nilai-nilai kebangsaan. Melalui dunia pendidikan, semangat untuk mengenal sejarah dan mencintai budaya bangsa diharapkan dapat terus ditanamkan kepada generasi muda agar mereka tidak hanya mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga tetap memiliki akar budaya dan identitas yang kuat.
Semoga peresmian Monumen Bahasa di Pulau Penyengat dapat menjadi simbol kebanggaan, ruang pembelajaran, serta pengingat bagi generasi penerus akan pentingnya menjaga dan mengembangkan bahasa serta budaya Indonesia. Momentum ini juga diharapkan semakin memperkuat semangat bersama dalam melestarikan kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki Kepulauan Riau sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.
